Info, Tutorial, Blog, Website, Domain, Hosting, Widget, Android, Desain, Download, Internet
Get Adobe Flash player

Pradianto BlogBahaya Saos Cabe Botolan Kaki Lima. Apakah bahaya jangka pendek dan jangka panjang pengaruh saos cabe yang diproduksi dengan cara menggunakan bahan-bahan yang berbahaya seperti cabe busuk, pewarna tekstil, pengawet, dan penyedap masakan. Baik mari kita simak pembahasan bahaya pengunaan saos botolan kaki lima. Saos merupakan makanan pelengkap yang paling nikmat jika dimakan dengan gorengan, mie ayam, bakso, soto dan sebagainya.

Bayangkan ketika anda menikmati makanan tersebut tanpa saos cabe atau saos tomat, mana enak, kurang mantab atau kurang nendang…he..he..sob hati-hati ya jika kamu jajan dipinggir jalan, karena dikhawatirkan  kebanyakan saos dipinggir jalan tersebut telah dicampur dengan saos yang abal-abal alias saos cabe busuk. Sob-sob pasti pernah lihat atau bahkan pernah mengkonsumsi saos cabe atau saos tomat terkhusus pada kemasan botol sebesar botol kecap. Hati-hati ya sob jangan terlalu sering atau kalau dapat dikurangi kebiasaan mengkonsumsi atau jajan sembarangan.

Bahaya Saos Cabe Botolan Kaki Lima

Bahaya Saos Cabe Botolan Kaki Lima (picture: i43.tinypic.com/34q8ums.jpg)

Sob tahukah kamu pada Saos cabe atau saos tomat tersebut bisa saja mengandung zat aditif seperti bahan pengawet, pewarna, penguat rasa (mono sodium glutamat) dan lain sebagainya. Dan alasan itulah yang memicu hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti misalnya dari bahan mono sodium glutamat yang merupakan zat yang sulit dicerna oleh alat cerna manusia, otomatis unsur nutrisi yang lain pencernaannya juga akan terhambat, jika tubuh sudah sulit untuk mendapat asupan gizi maka jangan heran jika perkembangan otak akan menjadi lambat.

Serta bahan pengawet yang terdapat pada saos tersebut jika dikonsumsi terus-menerus dapat mengakibatkan tubuh kita bisa mengakibatkan kanker hati. Waduh Hal ini karenakan  bahan pengawet pada saos tersebut dapat bersifat racun bagi tubuh manusia. Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka hati yang tugas utama menetralkan racun di dalam tubuh juga tidak akan bisa bekerja secara maksimal.

Selain itu faktor lain yang menyebabkan saos tersebut menjadi rusak atau tidak layak konsumsi adalah ketika saos tersebut dipasarkan bisa saja terjadi perubahan terhadap saos tersebut, bisa karena penyimpanan yang tidak benar, suhu penyimpanan yang salah, ataupun saos tersebut sudah kadaluarsa. Banyaknya saos-saos yang mengandung zat-zat berbahaya beredar di masyarakat karena semakin banyanknya home industri yang bermunculan yang tidak memakai aturan yang benar untuk membuat saos.

Saat ini telah banyak kita dengar atau ketahui pada televisi telah banyak investigasi saos yang tidak berlabel ataupun labelnya hanya menggunakan sablon biasa terbuat dari bahan pepaya yang hampir busuk bukan tomat segar yang kemudian dicampur dengan bahan pengawet mayat yaitu formalin sehingga awet dan rasanya yang cenderung gurih dari penyedap kain batik yang sangat tidak aman untuk tubuh dan kalau membuat saos sambal dari sisa cabe yang sudah tidak segar terkadang tercampur ulet atau belatung!!!..ihk jijik..itu makanan apa uji nyali…he…

Pemerintah dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikanperaturan tentang batasan dalam pembuatan saos itu sendiri serta melakukan beberapa kali razia terhadap saos yang mengandung zat-zat berbahaya, seperti pewarna, pengawet, dan msg. BPOM juga mengeluarkan peraturan dalam Pasal 26 Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 722/Menkes/PER/IX/88. Pasal itu menyebutkan kandungan natrium benzoat yang diperbolehkan dalam suatu produk, adalah maksimal 600mg/kguntuk produk kecap, sementara untuk aneka saos maksimal 1.000 mg/kg.

Beberapa produsen saos cabai ada yang melakukan fortifikasi yaitu penambahan zat-zat gizi tertentu biasanya berupa vitamin dan mineral. Hal tersebut dapat dilihat pada label kemasannya. Dengan karakteristiknya yang kental dan berwarna, saos cabai, cukup menguntungkan untuk difortifikasi dengan beberapa zat gizi. Ke dalam saos cabai dapat ditambahkan zat gizi mikro yang sangat penting bagi kesehatan seperti mineral iodium (untuk mencegah gondok, kertinisme dan gangguan kecerdasan), zat besi (mencegah anemia gizi), dan vitamin A (mencegah gangguan proses penglihatan dan kebutaan).

Ketiga zat gizi mikro tersebut sangat perlu ditambahkan mengingat masih banyaknya masalah gizi kurang akibat kekurangan zat-zat tersebut. Fortifikasi zat gizi ke dalam berbagai produk pangan hasil industri sangat berarti bagi pengentasan berbagai masalah yang menyangkut gizi.

Masyarakat seharusnya tidak perlu resah. Saos yang aman dari zat-zat berbahaya juga ada. Seperti saos dari ABC dan Indofood. Hal tersebut sudah terjamin karena kedua merk tersebut telah didaftarkan dan diawsai oleh BPOM. Tetapi kebanyakan mengkonsumsi saos juga tidak baik karena tidak baik untuk usus dan lambung.
Demikian pembahasan pada artikel ini. Semoga menjadi pelajaran yang bermanfaat dan lebih berhati-hati lagi jika anda jajan dipinggir jalan. Sekian, terima kasih. (raff)

Sumber : efek-dan-pengaruh-buruk-jangka-panjang-bahaya cabe busuk (link artikel = disini)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *