Lamudi: Pentingnya Inovasi Digital di Pasar Negara Berkembang

Category: Sekilas Info 0 2

Pradianto BlogSeberapa pentingkah inovasi digital di pasar Negara Berkembang? Lamudi telah menunjukkan laporan tahunan pertama tentang perkembangan real estate di negara berkembang saat ini dan masa depan. Sebagai portal properti global, secara eksklusif memfokuskan pada negara-negara berkembang, Lamudi memberikan gambaran yang unik dan komphrehensif mengenai real estate menyambut pergerakan pasar yang akan datang.

Temuan yang terkandung dalam laporan ini berdasarkan pada serangkaian survei online dengan para pencari rumah dan agen real estate di: Asia, Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada responden atas dukungan dan partisipasi, yang telah memberikan wawasan penting ke dalam pertumbuhan masa depan real estate di wilayah ini.

Selain memberikan gambaran secara global, laporan ini juga memberikan analisis mendalam dari 16 pasar utama di mana Lamudi beroperasi. Perubahan pola negara-negara berkembang yang sekarang terjadi, berkat meningkatnya penggunaan internet, perkembangan ekonomi yang berkelanjutan dan kegiatan usaha meningkat. Akibatnya, negara-negara berkembang akan menjadi tempat dimana terdapat perluang pertumbuhan besar menyangkut pertumbuhan ekonomi global.

Ketika tinjauan pada perkembangan pasar dan real estate dikawasan maju telah didokumentasikan dengan baik, sektor properti di negara berkembang hanya mendapat sedikit perhatian dari para peneliti dan media. Secara keseluruhan, penelitian Lamudi menyediakan perspektif yang benar-benar asli dari pasar real estate di seluruh dunia.

Co-Founder: Paul Philipp Hermann, Antonius Salis, Kian Moini (Pendiri Lamidi)

Perkembangan Pasar Dunia

IMF memperkirakan dalam beberapa tahun kedepan 70% perkembangan dunia akan berasal dari negara berkembang. Seperti Nigeria, Indonesia, Filipina, Arab Saudi dan Mexico diperkirakan akan mencapai perkembangan yang besar dalam beberapa dekade ke depan. Peningkatan ekonomi di negara-negara ini telah membangkitkan ekonomi dunia  melewati krisis keuangan pada periode beberapa tahun belakangan ini. Dengan perkembangan yang cukup besar di sektor perumahan dan teknologi.

Menyambut 2015, ekonomi pasar negara berkembang di Asia Tenggara, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika diproyeksikan akan terus menguat. Karena meningkatnya ketidakseimbangan domestik dan tantangan dunia luar, produk domestic bruto (PDB) di Asia Tenggara pada 2012-2013 berada di bawah rata-rata dalam dekade terakhir; meskipun tingkat kemundurannya lebih rendah dari tingkat pertumbuhan yang diperkirakan pada semester pertama 2014, pertumbuhan PDB yang stabil diproyeksikan akan terjadi pada tahun-tahun mendatang. Gambaran dari OECD Development centre’s Medium-Term Projection Framework (MPF-2014) mengungkapkan bahwa produk domestik bruto (PDB) tingkat di Asia Tenggara diperkirakan mencapai rata-rata 5,4 persen per tahun terjadi diantara tahun 2014 dan 2018.

Paul-Philipp Hermann, Co-Founder dan Managing Director Lamudi, berkomentar: “PDB memperkuat pasar properti di negara-negara berkembang. Bersamaan dengan pesatnya teknologi internet, sebagian negara berkembang di Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin muncul sebagai pemain yang kompetitif di pasar real estat global, dan dengan demikian menjadi semakin menarik bagi investor. ”

Angka dari Laporan Investasi Dunia 2014, yang diterbitkan oleh Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development) (UNCTAD), mengungkapkan Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi masuk langsung yang masuk ke dalam Afrika meningkat empat persen menjadi $ 57 Milyar pada tahun 2014. Sebagai hasil dari pembangunan infrastruktur, muncul kelas menengah dan inovasi lokal, industri seperti otomotif, IT, konstruksi, real estate dan ritel menjadi peluang investasi yang semakin menarik.

Negara-negara berkembang di Asia menyumbang hampir 30 persen dari total FDI global pada tahun 2013, dengan masuknya total $ 426 milyar. Di Asia Tenggara, inflow (arus masuk) meningkat tujuh persen, mencapai $ 125 miliar. Di Amerika Latin pula, Kolombia telah mengalami peningkatan delapan persen menjadi $ 17 miliar pada 2013, memberikan peluang baru yang menarik bagi investor asing di industri keuangan.

Penyebaran Penduduk usia dibawah 30 tahun menurut Kawasan : 2030

Penyebaran Penduduk Usia Dibawah 30 Tahun

Pasar negara berkembang menyajikan sejumlah peluang mengesankan bagi investor. FDI Intelijen melaporkan bahwa pada tahun 2013, Asia-Pasifik tetap menjadi tujuan utama bagi investasi asing langsung, dengan proyek-proyek investasi modal hingga $ 184,76milyar. Timur Tengah, Amerika Latin dan Karibia, keduanya melihat pertumbuhan yang kuat di greenfield FDI, dengan pertumbuhan utama yang tercatat di Yordania dan Meksiko. Afrika juga mengalami peningkatan dari 10,76 persen pada investasi modal ke dari tahun 2012-2013, mencapai $ 51,98milyar. Menurut FDI, lima sektor utama dengan investasi modal pada tahun 2013 adalah: batubara, minyak dan gas bumi; komunikasi; energi terbarukan; layanan bisnis; dan real estate.

Kebanyakan pasar negara berkembang memiliki populasi pekerja muda dengan jumlah besar. Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin memiliki jumlah terbesar untuk warga berusia di bawah 30 tahun,  negara-negara seperti Meksiko, Yordania, Arab Saudi dan Nigeria adalah  tempat dengan populasi termuda di dunia. Menurut perusahaan intelijen pasar Euromonitor International, negara berkembang adalah rumah bagi 89,8 persen populasi global di bawah usia 30 – menigkat dari 85,3 persen pada tahun 1980. Populasi pemuda ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap perekonomian melalui “kerja”, tetapi juga lebih konsumtif  dan lebih antusias untuk menghabiskan waktu dan uang pada teknologi.

(1) http://unctad.org/en/PublicationsLibrary/wir2014_en.pdf
(2) The fDi Report 2014: Global greenfield investment trends www.ftbsitessvr01.ft.com/forms/fDi/report2014/files/The_fDi_Report_2014.pdf

Perekonomian Negara Berkembang

Sumber: World Bank Group *2013/2014 estimation

Property Pada Pasar Negara Berkembang

Pasar di Asia, Amerika Latin dan Timur Tengah mengalami booming sektor real estate, didorong oleh pertumbuhan kelas menengah dan kinerja ekonomi yang kuat. Kota-kota Asia Tenggara mengalami peningkatan tercepat misalnya di apartemen, kondominium, dan harga properti komersial Asia, Menurut konsultan properti Knight Frank.

Inovasi digital pada Pasar Negara Berkembang

Pasar negara berkembang telah mulai menyaingi negara-negara maju dengan memproduksi layanan bisnis yang inovatif dan produk, biaya yang kompetitif dengan negara-negara Barat. Dari Indonesia ke Nigeria telah dianggap sebagai kawasan yang banyak dalam penggunaan smartphone. Laporan Tahunan Internet adalah salah satu studi penggunaan internet untuk menyoroti potensi pertumbuhan ponsel di pasar-pasar berkembang.

Tinjauan Pasar

Penduduk kelas menengah di Indonesia diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2020. Indonesia adalah rumah bagi 250 juta penduduk merupakan kawasan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Indonesia mencadi perhatian dunia saat pemilu 2014. Harapan tinggi bahwa pemerintah baru akan memperkenalkan reformasi yang bertujuan untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi  jangka panjang yang inklusif.

Perhatian tertuju kepada pemerintah baru yang memulai tugas dengan memberlakukan reformasi fiskal dan struktural. Sudah ada tanda-tanda bahwa perubahan kebijakan dan kepastian politik yang lebih besar akan meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan kepercayaan investor. Bank Dunia memperkirakan PDB Indonesia akan meningkat sebesar 5,6 persen tahun-ke-tahun pada tahun 2015, akibat investasi yang lebih kuat dan permintaan eksternal.

(1) East Asia Pacific Economic Update October 2014, World Bank
(2) Investing in Indonesia – 2013, KPMG
(3) Indonesia’s Rising Middle-Class and Affluent Consumers, March 5, 2013, BCG Perspectives

3 kendala Utama di pasar properti di Indonesia

  • 39% Outlook Ekonomi
  • 29% Perubahan harga
  • 20% perubahan Politik

Source: Lamudi real estate agents survey 2014

Harga properti meningkat Dalam pasar real estate. Data dari Bank Indonesia untuk Q2 2014 meliputi 14 kota besar menunjukkan indeks harga properti residensial naik 1,69 persen mencapai 176,3, lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan 1,45 persen pada kuartal sebelumnya. Lonjakan tertinggi terlihat di sektor rumah kecil. Responden survei harga properti residensial tahunan bank mencatat bahwa meningkatnya biaya bahan bangunan, dikombinasikan dengan gaji pekerja yang lebih tinggi, yang mendorong kenaikan harga rumah.

Dalam hal ini, sebagian besar pekerja di sektor properti tetap memandang positif masa depan pasar real estate di Indonesia. Dalam sebuah survei terbaru oleh Lamudi, lebih dari 60 persen dari agen real estate lokal dan broker mengatakan prospek mereka untuk sektor real estate 12 bulan ke depan adalah positif, sementara lebih dari sepertiga mengharapkan pasar untuk tetap stabil.

Lingkungan Investasi

Setelah sempat dilanda krisis keuangan Asia tahun 1997, investasi di Indonesia baru-baru ini melonjak. Pada tahun 2013 realisasi investasi mencapai rekor tertinggi, meningkat 27 persen pada tahun sebelumnya dengan total Rp 398.600 Milyar (US $ 33 miliar).

Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia telah menetapkan target untuk mencapai 15 persen lebih banyak investasi asing langsung (FDI) pada tahun 2014 dibandingkan tahun sebelumnya, ketika investasi asing mencapai 270.400 milyar rupiah (US $ 28.5). Dalam beberapa bulan terakhir, FDI melonjak hingga 78 triliun pada kuartal kedua tahun ini – meningkat 16,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Atas investor asing negara – Singapura dan Malaysia – fokus pada berbagai sektor, termasuk manufaktur, real estate dan jasa lainnya.

5 Faktor Pendorong Peningkatan Investasi
(Lamudi real estate agents survey 2014)

  • Pembangunan ekonomi 54%
  • Pembangunan infrastruktur 22%
  • Peningkatan PDB 18%
  • 3% rata-rata populasi
  • 3% Lainnya
5 Faktor Pendorong Peningkatan Investasi

Beli atau Sewa Property

Indonesia telah menunjukkan preferensi yang luar biasa untuk membeli properti. Di daerah perkotaan, hampir tiga perempat dari tempat tinggal yang ada telah ditempati pemilik. Di daerah pedesaan, angka itu lebih tinggi, dengan 88 persen dari properti di luar kota digolongkan sebagai hak milik.

Sangat sedikit orang Indonesia hidup sendiri, data yang ditunjukkan Lamudi. Dalam sebuah survei pelanggan baru-baru ini, sebagian besar responden mengatakan mereka berbagi rumah mereka dengan yang lainnya (56,1 persen) atau dengan orang tua mereka (29,8 persen). Hal ini kontras dengan kota-kota seperti New York, di mana hampir sepertiga dari seluruh rumah tangga adalah orang-orang yang tinggal sendirian.

Harga properti tergolong rendah bagi penyewa, menghalangi banyak pihak memasuki pasar. Namun, memiliki properti sendiri ternyata masih menjadi prioritas bagi banyak orang Indonesia – hampir 95 persen dari penyewa yang disurvei oleh Lamudi saat ini sedang menabung untuk membeli rumah. Bahkan, semua penyewa mengatakan mereka menargetkan untuk membeli properti dalam lima sampai 10 tahun ke depan.

Menurut Johanes Mardjuki

Perkembangan property di Indonesia telah tumbuh secara luar biasa setelah krisi kredit global. Tiga sampai empat tanun belakangan pasar telah bergerak dengan cukup baik. Suku bunga rendah. Akses untuk konsumen mendapatkan pinjaman sudah dipermudah, dan tingkat beli Indonesia meningkat. Harini ada lebih dari 50 juga masyarakat Indonesia memiliki gagi lebih dari $4000 per bulan.

Johanes Mardjuki, Managing Director of Lamudi Indonesia, speaks to Summarecon President Director Johanes Mardjuki kesempatan terbesar dalam pasar property lokal.

Tren mencari rumah

Indonesia belum kebal terhadap pergeseran dari offline ke online yang saat ini menyapu pasar negara berkembang. Hal ini memiliki dampak signifikan pada sektor real estate, termasuk cara-cara orang mencari properti untuk membeli atau menyewa. Dalam sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Lamudi, 96 persen dari agen real estate lokal mengatakan internet sering digunakan untuk mencari properti.

5 Pilihan Utama beriklan

  • 75% online
  • 14% Koran
  • 3% Majalah
  • 3% pameran real estate
  • 5% Lain
5 Pilihan Utama Beriklan (Lamudi 2014)

Tingkat penggunaan internet di negara itu sekarang sekitar 29 persen dari total penduduk, dengan pertumbuhan yang cepat diperkirakan terjadi pada tahun depan. International Telecommunication Union telah menetapkan target yang ambisius mencapai 50 persen penggunaan internet di negara itu pada tahun 2015, yang berarti 125 juta orang bisa segera secara online di Indonesia.

Karena semakin banyak orang beralih online, web akan menjadi semakin penting dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia. Dalam survei agen Lamudi itu, hampir semua responden mengatakan mereka mengharapkan untuk melihat Internet akan lebih banyak digunakan dalam proses  jual beli rumah selama dekade mendatang.

Penutup

Setelah ekspansi yang cepat di tahun-tahun sebelumnya, para analis memprediksi pertumbuhan lebih lambat untuk pasar properti di tahun 2015. Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) diketuai Eddy Hussy telah meramalkan bahwa pasar akan meluas sekitar 10 persen tahun ini, lebih rendah dari rata-rata 15-17 persen pertumbuhan beberapa tahun terakhir. Sektor real estate telah dipengaruhi oleh peraturan hipotek baru yang dirancang untuk mendinginkan pasar, serta perlambatan ekonomi dan ketidakpastian politik sebelum pemilu baru-baru ini.

Namun agen properti Indonesia tetap sangat positif tentang industri mereka. Secara total, sekitar tiga-perempat dari responden Lamudi survei mengharapkan untuk sektor ini tumbuh delapan persen atau lebih selama 2015.

Sumber: Research Lamudi.co.id

Share Button

Related Articles

2 thoughts on “Lamudi: Pentingnya Inovasi Digital di Pasar Negara Berkembang

  1. hilman

    Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul ” Lamudi: Pentingnya Inovasi Digital di Pasar Negara Berkembang “.
    Saya juga mempunyai jurnal yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis

    Reply
    1. Pradianto Blog

      itu artikel review, kerjasama dengah pihak lamudi Pak. wah, terimakasih atas info yang bapak share, bisa menjadi bahan artikel saya kedepan 🙂

      Reply

Add Comment